Cerita Dewasa Ngentot Nikita Mirzani di Villa

Simak kisah cerita dewasa ngentot nikita mirzani di villa paling seru pokonya berikut




nikita mirzani



ngentot




“Kok pagi begini kamu sudah berdandan rapi, sayang?” tanya Riko sambil masih berbaring di tempat tidur.
Matanya agak susah dibuka karena masih mengantuk.
“Sudah bangun sayang..” kata Nikita sambil duduk di tepi ranjang lalu mengecup pipi Riko.
“Aku lupa kasih tahu bahwa hari ini aku ada shooting di Puncak, mungkin selama 2 hari,” kata Nikita lagi sambil mengusap-ngusap punggung Riko.
“Aku sudah minta tolong Andi untuk antar aku ke lokasi..” kata Nikita lagi.
“Oke. Have fun ya..” kata Riko sambil membuka matanya lalu tersenyum.
“Thanks. Aku pergi ya, sayang,” kata Nikita sambil mengecup bibir Riko.
Nikita lalu meninggalkan Riko di apartemen mereka. Nikita ditemani Andi segera meluncur menuju Puncak untuk melakukan jadwal shooting sinetron Nikita.
“Jadinya berapa hari kamu di Puncak, Niki?” tanya Andi sambil menyetir, “Dua hari saja kok..” jawab Nikita.
“Tenang saja, semuanya akomodasi aku siapkan deh buat kamu,” kata Nikita sambil melirik ke Andi.
“Bukan soal itu, Non.. Masalahnya adalah Puncak itu kalau malam sangat dingin,” kata Andi sambil tersenyum.
“Ada akomodasi penghangat badan tidak?” kata Andi lagi sambil tertawa.
Nikitapun ikut tertawa.
“Ada-ada saja kamu ini, Andi,” kata Nikita sambil tetap tertawa.
“Nanti aku deh yang jadi penghangat badan kamu..” kata Nikita sambil melirik Andi.
“Ah kamu.. Kamu tuh pacar si Riko, mana mungkin aku bisa dapat kamu,” kata Andi.
“Kamu tidak akan bisa mendapatkan aku.. Tapi bisa merasakan aku..” kata Nikita sambil tersenyum melirik Andi.
“Mana bisa?” tanya Andi tak percaya.
“Dengar Andi, diantara aku dan Riko sudah ada komitmen untuk hidup bersama tapi tidak untuk mengekang keinginan masing-masing..” ungkap Nikita.
“Kami saling membebaskan kok,” lanjut Nikita.
“Aku tahu dan Riko juga suka terus terang kalau dia jalan atau main dengan wanita lain..” kata Nikita lagi.
Andi diam mendengarkan.
“Aku juga demikian..” lanjut Nikita sambil menatap Andi.
“Tenang saja, An..” kata Nikita sambil tersenyum sambil mengelus paha Andi.
“Ya okelah kalau begitu,” kata Andi sambil tersenyum pula.
“Dasar buaya!” kata Nikita sambil tertawa.
Siang itu sampai malam, Nikita melakukan tugas dan kewajibannya untuk menyelesaikan shooting.
“Pulang, An..” kata Nikita sambil masuk ke mobil.
“Aku sangat capek, pengen istirahat..” sambung Nikita lagi.
“Siap, boss..” kata Andi.
Mereka segera menuju satu villa kecil yang sudah mereka booking jauh dari tempat menginap para crew film.
“Aku mau mandi air hangat..” kata Nikita setiba di villa.
“Yuk, An.. Mandi bareng sambil pijitin aku,” ajak Nikita sambil melepas semua pakaiannya.
“Ayo, siapa takut..” jawab Andi sambil melepas semua pakaiannya juga.
“Hii.. Kontol kamu mengkerut kecil.. Lucu!” kata Nikita sambil memegang kontol Andi.
“Ye, dasar bego! Ini karena kedinginan! Nanti kalau sudah bangun, kamu bisa lihat sendiri..” kata Andi sambil meremas buah dada Nikita.
“Ya sudah, yuk ah cepat mandi..!” kata Nikita sambil segera masuk ke kamar mandi.
Mereka berdua lalu mandi bersama di bawah siraman shower.
“Sudah lama sekali aku ingin seperti ini..” kata Andi sambil menyabuni tubuh Nikita dari belakang.
“Mm.. Kenapa tidak minta.. mmhh,” kata Nikita ketika tangan Andi menyabuni sambil meremas buah dadanya.
“Karena aku takut ditolak..” bisik Andi sambil terus meremas buah dada dan memainkan puting susus Nikita yang licin oleh sabun.
“Mmhh.. Mulai sekarang tidak usah takut lagiihh,” desah Nikita sambil memejamkan matanya.
“Ini apa yang menyodok pantat?” kata Nikita sambil tanganya meraih kontol Andi yang tegang menyodok pantatnya.
“Kan aku sudah bilang, bukti kalau kontol aku sudah bangun kamu akan suka..” bisik Andi sambil satu tangannya turun ke memek Nikita.
“Oww! Enak, An..” kata Nikita ketika jari Andi menggosok-gosok kelentitnya.
Sementara tangan Nikita tak henti mengocok kontol Andi.
“Jilatin memek aku, An..” desah Nikita.
“Oke.. Tapi bersihkan dulu sabunnya ya..” kata Andi.
Tak lama setelah mereka membilas sabun di tubuh mereka masing-masing, Andi berjongkok di depan Nikita. Wajahnya tepat di depan memek Nikita.
“Ohh..” desah Nikita ketika lidah Andi mulai menjilat belahan memeknya sambil melihat ke bawah ke wajah Andi yang menyusup ke selangkangannya.
“Ohh..” desah Nikita lagi sambil terpejam menengadahkan wajahnya ketika kelentitnya dijilat dan dikulum oleh lidah dan mulut Andi.
Nikita menggoyangkan memeknya seiring jilatan-jilatan dan hisapan Andi pada memeknya. Sementara Andi terus memainkan lidahnya sambil tangannya mengocok kontolnya sendiri.
“Terus, Ann.. Teruss.. Aku mau keluarrhh!!” jerit Nikita tertahan sambil memegang kepala Andi lalu mendesakkan memeknya ke wajah Andi.
“Ahh.. Ohh,” jerit Nikita sambil agak kelojotan merasakan rasa nikmat yang amat sangat seiring menyemburnya air mani di dalam memek.
Andi bangkit lalu memeluk pinggang Nikita, kemudian dilumat bibir Nikita dengan liar. Nikita membalas lumatan Andi dengan liar pula sambil tangannya memegang dan meremas pantat Andi.
“Angkat satu kakimu, Niki..” bisik Andi dengan suara serak karena desakan nafsu sambil mengarahkan kontolnnya ke memek Nikita.
Nikita menurut, diangkatnya salah satu kakinya agar kontol Andi mudah masuk ke memeknya dalam posisi berdiri. Tak lama, bless.. Kontol Andi sudah masuk ke dalam memek Nikita. Nikita segera menurunkan kakinya dan agak berjinjit mengimbangi tinggi tubuh Andi.
“Ohh, enak sekali, Nikii..” bisik Andi sambil mengeluarmasukkan kontolnya.
“Ohh..” desah Nikita sambil memegang dan mendesakkan pantat Andi agar lebih dalam menyetubuhinya.
“Dari dulu aku ingin menyetubuhi kamu, Niki..” bisik Andi sambil memompa kontolnya.
“Mulai sekarang, kapanpun kamu mau.. mmhh.. Tinggal bilang sajaahh..” desah Nikita.
“Ganti posisi, Niki..” kata Andi sambil mencabut kontolnya dari memek Nikita.
“Berbaliklah..” kata Andi.
Nikita lalu berbalik membelakangi Andi. Andi lalu mengarahkan kontolnya ke lubang memek Nikita dari belakang sambil berdiri. Bless.. Kontol Andi kembali memasuki lubang kenikmatan yang selama ini diidamkannya.
“Ohh, Andi.. Enakk..” desah Nikita ketika tangan Andi meremas kedua buah dadanya dari belakang.
“Enak, sayang..” bisik Andi sambil mempercepat gerakan kontolnya tanpa mengehentikan remasan tangannya pada buah dada Nikita.
“Enakkhh..” bisik Nikita sambil terpejam.
Tangan Nikita meraih satu tangan Andi lalu membimbingnya menuju memeknya. Andi mengerti apa keinginan Nikita.
“Ohh, Andiihh..” jerit lirih Nikita ketika jari Andi menggosok-gosok kelentitnya.
“Teruss.. Terusshh..” jerit lirih Nikita semakin keras.
“Aku mau keluar lagiihh..” jerit Nikita.
“Ohh.. Ohh..” jerit Nikita sambil mendesakkan pantatnya sehingga kontol Andi masuk lebih dalam ke memeknya seiring dengan menyemburnya air mani yang kedua kali dalam memek Nikita.
“Aku juga mau keluar, Nikiihh..” bisik Andi sambil mempercepat gerakkannya.
“Ohh..” desah Andi.
Tak lama Andi segera melepas kontolnya dari memek Nikita.
“Isep, Niki..” bisik Andi dengan suara serak.
Nikita lalu berjongkok. Setelah mengocok kontol Andi beberapa saat, mulutnya langsung melahapnya. Jilatan dan hisapan mulut Nikita membuat Andi terpejam sambil memompa kontolnya pelan ke mulut Nikita.
“Aku mau keluar, Nikii..” kata Andi.
Crott! Crott! Crott! Air mani Andi muncrat banyak di dalam mulut Nikita. Sebagian meleleh keluar dari sela bibir Nikita. Nikita dengan tenang menelan air mani Andi sampai habis. Kecuali yang meleleh keluar, dibersihkannya dengan tangan. Setelah bangkit, Nikita langsung memeluk Andi dan melumat bibirnya. Andi membalasnya dengan hangat. Begitulah, selama dua malam itu Andi dan Nikita memacu birahi saling melampiaskan birahi tanpa ada beban perasaan. Setelah selesai shooting, Nikita langsung pulang ke apartemennya.

0 Response to "Cerita Dewasa Ngentot Nikita Mirzani di Villa"

Post a Comment