Cerita Dewasa Bercinta Dengan Aura Kasih Hot


Cerita dewasa bercinta dengan aura kasih hot!!!!!!! selamat datang di blog sange:).

"Kring... Kring..."

"Halo ? Bagaimana Pak pertemuannya ?", tanya suara merdu seorang wanita. Tubuhnya tinggi, kulitnya putih mulus, rambutnya hitam berkilau. Sang wanita sedang mengenakan tank top biru ketat yang membungkus buah dadanya yang bulat menantang, pantatnya yang seksi hanya ditutup oleh celana pendek biru yang senada. " Mohon maaf Mbak Aura.. Tapi saya gagal, pihak lawan tetap meminta pembayaran sebesar 2 M.. ", balas suara pria di seberang telepon tadi. Mendengar itu, sang wanita yang dipanggil Aura menjadi lemas, tidak terbayang dirinya mencari uang sebanyak itu. Sang wanita adalah Aura Kasih, penyanyi yang sedang naik daun dengan lagu Mari Bercinta, didukung suara yang cukup mumpuni dan lekuk tubuh yang menggoda setiap pria sehingga karir musiknya cepat menanjak. Namun, saat ini Aura sedang bermasalah dengan salah satu promotor karena dianggap menyalahi kontrak dan dituntut membayar 2 M. " Apakah tidak ada cara lain lagi Pak ? ", suara Aura terdengar memelas. Sang pria, yang adalah pengacara Aura, menjawab, " Saya sudah berusaha sebisa saya.. Tapi mereka tidak bergeming.. ". " Lalu apa yang harus saya lakukan Pak ? Saya tidak punya uang sebanyak itu sekarang.. Tolong bantu saya Pak.. ", mohon Aura dengan suara memelas yang menggoda. "Hmm.. Bagaimana ya.. ", pikir sang lawan bicara sambil menyatakan pikirannya. " Kemarin sebenarnya ada yang menawarkan bantuan.. Tapi.. ", lanjut sang pengacara yang terdengar ragu. "Bantuan ? Siapa pak ? Tolong beritahu Saya.. ", sergah Aura. Sang pria kemudian dengan enggan menjawab, " Jadi begini.... "
Pukul 12.30, keesokan harinya, sebuah taksi terkenal ibukota berwarna biru bergerak memasuki lobi Hotel bintang 5 di bilangan Thamrin. Setibanya di lobi, petugas hotel langsung membukakan pintu sambil berkata, " Selamat datang di Hotel ****". Ketika matanya melihat sosok yang akan turun dari taksi tersebut, sang penjaga hotel langsung menelan ludah dan terperangah. Terlihat kaki panjang yang putih dan mulus, kemudian rok hitam pendek yang berhenti sedikit di atas lutut. Bagian atas sosok tersebut juga tidak kalah menawan, badan proporsional yang mengenakan blazer putih dengan dalaman hitam. Tas putih senada tidak lupa ditenteng di tangannya. Meskipun mengenakan kacamata hitam, tetap saja wajah Aura Kasih terlihat mempesona. " Terima kasih. ", ujarnya sambil berlalu masuk ke lobi hotel melewati penjaga pintu yang juga bereaksi sama dengan rekannya. Dalam hatinya mungkin mereka berpikir mimpi apa semalam sampai bisa melihat makhluk yang begitu menggoda.

Sesampainya di dalam, Aura langsung berjalan menuju restoran Eropa yang terletak di atas lobi hotel tersebut. " Selamat siang. Untuk berapa orang Bu ?", tanya pelayan restoran yang berdiri di pintu masuk. "Saya sudah ada reservasi dengan Pak Dicky. ", jawab Aura sambil melihat ke dalam restoran, mencoba mengintip penampakan teman makan siangnya. "Pak Dicky ya ?", balas si pelayan sambil melihat catatannya, "Oke Bu, silahkan lewat sini, saya antarkan ke meja. ", lanjutnya. Sambil berjalan mengikuti si pelayan, Aura sibuk berpikir dalam hati, "Siapa Pak Dicky ini ? Kenapa dia mau menolongnya ? Bagaimana cara dia akan membantu ?" Aura tidak menyadari pandangan para pria yang sedang bersantap di restoran itu, yang berharap dalam hatinya untuk "menyantap" Aura. Saat si pelayan berbelok ke arah meja yang berada di sudut, Aura menyadari hanya 1 meja yang ditempati. Pria yg menempati meja tersebut tampak berusia 30an, wajahnya tidak ganteng tapi juga tidak jelek, kulit nya sawo matang, tubuhnya tidak kurus juga tidak gemuk tapi berisi. Gaya berpakaiannya menunjukkan bahwa ia orang yang cukup kaya, terlihat dari merk dan kualitas setelan jas yang digunakannya. Intinya dia tipe orang yang biasa saja tanpa ciri yang khusus sehingga mudah dilupakan dan tidak menarik perhatian. Meskipun begitu Aura merasa gelisah melihat cara pria tersebut menatap dirinya. Sang pria berdiri dari kursinya ketika Aura sampai di meja tersebut, " Silahkan.. Kenalkan saya Dicky", ujarnya sambil menyodorkan tangan ke Aura. Aura sedikit ragu, tapi akhirnya ia menjabat tangan sang pria. Setelah duduk, mereka kemudian memesan makanan, Dicky memesan spagetti sedangkan Aura memesan salad saja. Untuk minuman Dicky memesankan wine yang cukup mahal untuk mereka berdua. Selama menyantap makanan, mereka lebih banyak berbicara mengenai karir Aura, album musik, sinetron dan sebagainya. Dari obrolan itu, Aura mengetahui bahwa Dicky adalah seorang pengusaha dan dulu pernah kuliah di luar negri. Setelah selesai menyantap makanan masing masing, Aura memberanikan diri memulai pembicaraan tentang tujuan pertemuan ini sebenarnya. "Maaf Pak Dicky, saya mau tanya tentang bantuan yang Pak Dicky tawarkan pada pengacara saya ? ", tanya Aura. "Oh soal itu.. Ya saya memahami kesulitan kamu.. Uang segitu gak masalah buat saya.. Tapi ada syaratnya.. ", balas Dicky. Jawabannya Dicky sudah bisa ditebak oleh Aura, tidak mungkin ada orang yang rela membantunya begitu saja, tapi karena dia sedang dalam kesulitan maka dia berpikir tidak ada salahnya mendengar penawaran pria ini. "Syaratnya apa Pak ?", tanya Aura, perasaan gelisah kembali menhinggapi Aura melihat senyum dan tatapan Dicky. "Syaratnya mudah koq.. Hanya menemani saya di kamar hotel ini satu malam saja.. Bagaimana ? Mudah bukan ?", jawab Dicky. Mendengar jawaban Dicky, wajah Aura memerah, setengah menahan kesal, dirinya memang sudah tidak perawan karena berhubungan dengan pacarnya, tapi dia juga tidak mau dianggap wanita murahan yang bisa dibayar untuk tidur bersama. "Dasar !! Loe jangan kurang ajar ya.. Loe kira gw cewek apaan !?", hardik Aura, hampir seisi restoran melihat ke arah meja mereka. Namun, Dicky tetap tersenyum dan melambai ke pelayan dan tamu yang lain seolah tidak ada apa apa. " Tenang dulu.. Saya tidak memaksa kok.. Terserah anda mau menerima bantuan saya atau tidak.. Coba tanya diri anda, dari mana Anda bisa memperoleh uang sebanyak itu dalam waktu singkat.. Apakah anda sudah terbayang hidup di penjara ? Makanannya ? Belum lagi diplonco oleh sesama napi.. Jangan dikira hidup di penjara itu mudah.. Lebih baik anda menemani saya.. Dijamin lebih enak.. Hahaha.. ", balas Dicky. Aura hanya bisa terdiam sambil melotot menatap Dicky, semua yang dikatakannya sangat mengena, Aura tidak punya jalan lain untuk mendapatkan uang sebanyak itu, semua teman dan kerabatnya tidak ada yang bisa membantu, dirinyua juga takut membayangkan hidup di penjara. Melihat Aura yang hanya bisa terdiam, Dicky merasa di atas awan, sudah hampir pasti dia berhasil mendapat mangsanya. "Anda pikirkan saja dulu..", tukasnya sambil menuangkan wine lagi ke dalam gelas Aura, " pikiran baik baik sambil menikmati anggur mahal ini.. Saya tunggu jawaban anda.. ", lanjutnya sambil meletakan secarik kertas yang bertuliskan 4 angka di depan Aura. Dicky kemudian beranjak dari kursinya, memberitahu pelayan agar tagihannya digabungkan ke tagihan kamarnya kemudian keluar dari restoran tersebut. Aura terdiam, berpikir sambil menatap gelas anggur di tangannya. Di satu sisi, ia membutuhkan uang tersebut, di sisi lain dirinya tidak mau menjual tubuhnya demi uang. Cukup lama dia berpikir sambil menghabiskan wine yang dipesan Dicky tadi, saking asiknya berpikir tau tau wine di dalam botol sudah habis. Aura terdiam sejenak, kelihatan berpikir keras, kemudian dengan sekali tegak dia habiskan sisa wine dalam gelasnya sebelum beranjak pergi dari restoran tersebut.

Di dalam kamarnya, Dicky sedang bersantai di sofa sambil melihat lihat acara televisi. Kamar yang ditempatinya ini adalah kamar suite yang lebih luas dan nyaman dibandingkan kamar lainnya. Dia sudah melepas jas dan dasi yang dpakainya tadi. Tangannya memegang sebotol bir yang sudah mau habis. Dicky baru saja menghabiskan bir nya dan berdiri untuk mengambil botol kedua ketika dia mendengar bel pintu kamar berbunyi. Senyum kemenangan menghias wajahnya ketika ia berjalan ke pintu kamar. Di benaknya terbayang tubuh molek Aura Kasih, dan benar saja ketika pintu terbuka, Aura berdiri depan pintu. "Silahkan masuk.. ", tukas Dicky sambil bergeser. Aura terdiam sambil menatap lantai, di benaknya terpikir bahwa ini adalah kesempatan terakhir untuk mundur. Namun, akhirnya kaki nya melangkah masuk ke kamar melewati Dicky. Dicky menutup pintu setelah Aura masuk dan mengikutinya ke ruang tamu, Aura kemudian berbalik menghadap Dicky sambil bertanya," Jadi mau gimana ? Ayo mulai biar cepet selesai.. ". Dicky tertawa mendengar nya, " Hahaha saya suka gaya kamu .. Tapi santai aja.. Saya mau menikmati tubuh kamu sampai puas.. Gak setiap hari khan bisa ngentotin artis macam kamu.. ", sambil duduk di sofa tadi. Dia kemudian menyalakan TV dan memutar lagu Mari Bercinta. "Striptis dulu ya sayang.. Neeh saya puterin lagu kamu.. Hehehe gayanya yang hot ya.. ", ejek Dicky. Aura Kasih hanya bisa menahan kesal tapi dia tidak punya pilihan lain. Kemudian dia mulai menggerakan tubuhnya seirama dengan lagu hits yang dinyanyikannya, tetapi gerakannya terlihat enggan dan kaku. Melihat itu Dicky kemudian menyetop lagu yang diputar seraya berkata, " Kalo gak niat gak usah aja .. Terserah kamu mau nya seperti apa.. Saya kasih satu kesempatan lagi..". Mendengar itu Aura terkejut, terbayang hidup di penjara dan pemberitaan apabila dirinya masuk penjara, " Oke beri saya kesempatan lagi.. ". Terdengar lagu Mari Bercinta diputar kembali.
Aura menutup matanya sambil mulai menggerakan tubuhnya kembali. Ia membayangkan sedang membuat video klip, bahwa ia menari dihadapan camera. Caranya mulai menunjukkan hasil, gerakan Aura terlihat alami dan menggoda. Perlahan ia mulai membuka blazer putih yang dikenakannya, gerakannya sangat menggoda menonjolkan pundak dan lengan atasnya yang mulus karena Aura memakai tank top hitam dibalik blazer. Aura kemudian berbalik membelakangi Dicky, sambil melepaskan blazer seluruhnya. Ia melirik Dicky, yang dalam bayangannya adalah kameramen yang sedang merekam video klip, kemudian ia mulai membuka tank top hitam nya. Terlihat kulit punggungnya yang putih mulus, diselingi tali bra berwarna pink. Penis Dicky mulai mengeras didalam celananya, melihat pemandangan erotis di hadapannya. Setelah melepas atasannya yang sudah tergeletak di lantai, ia mulai memegang risleting rok nya. Aura melirik nakal kepada Dicky sebelum menurunkan risleting rok nya. Di luar dugaan Aura hanyut dalam tariannya. Aura memang suka menonjolkan "aset"nya dan Ia menikmati perhatian kaum Adam terhadap asetnya. Tanpa dirinya sadari, Ia memiliki sifat eksibisionis. Sambil menunduk, Aura Kasih menurunkan rok hitam yang dikenakannya. Dibalik rok tersebut, terlihat warna pink dari celana dalam yang dikenakannya. Karena Aura menunduk, Dicky bisa menikmati kemontokan pantat Aura. Setelah roknya turun sampai lantai, Aura melangkah keluar dr roknya kemudian berbalik menghadap Dicky. Dadanya ia busungkan, sambil kedua tangannya meraih ke belakang untuk mencopot kait bra nya. Setelah berhasil, Aura kemudian melepas bra sebelah kanan tapi masih menutupi payudara nya dengan tangan. Hal yang sama Ia lakukan dengan yang kiri, hingga kini ia berdiri dengan kedua tangan menyilang di depan dada. Penis Dicky semakin sesak di dalam celananya. Kemudian saat yang dinanti oleh Dicky tiba, Aura membuka kedua tangannya sambil bergoyang, terlihatlah buah dada Aura yang bulat kencang dengan puting merah muda ditengah kulit putih mulus. Dicky yang sudah tidak tahan kemudian berseru, " Sini kamu ! Isep kontol saya.." Aura terkejut mendengar perintah dikit, ia sempat terdiam sejenak kemudian mulai berjalan ke arah Dicky. Namun, Dicky kembali berseru, " Siapa yang bilang boleh jalan ? Merangkak.. ". Aura merasa terhina diperlakukan seperti ini tapi dia tidak punya pilihan lain selain itu dirinya juga penasaran dengan tonjolan di balik celana Dicky yang terlihat sesak. Aura kemudian berlutut dan mulai merangkak ke arah Dicky, payudara nya yang bulat menggantung terlihat menggoda. Dicky kemudian membuka kedua kakinya lebih lebar agar Aura Kasih bisa merangkak tepat dihadapannya. Melihat Dicky hanya memandangi tubuhnya, Aura berinisiatif membuka ikat pinggang Dicky kemudian membuka celananya. Dicky membantu dengan sedikit mengangkat tubuhnya agar celananya bisa dilepas Aura. Aura sedikit terkejut melihat penis Dicky yang sudah berdiri tegak, ukurannya sedikit di atas rata rata, berwarna gelap dan belum disunat. "Gak usah diliatin gitu.. Nanti juga kamu merasakan nikmatnya.. ", ejek Dicky menyadari reaksi Aura. Aura kemudian mulai menggunakan tangannya untuk mengocok penis Dicky, ia merasakan hangat dari penis yang dipegangnya. " Pake mulut juga donk.. ", perintah Dicky yang tidak sabar merasakan mulut Aura di penisnya. Aura agak ragu, tapi kemudian menguatkan hati demi menghindari hukuman penjara. Dia mulai menjilati kepala penis Dicky, dengan tangannya ia tarik kulit penis Dicky sehingga kepalanya terbuka. Kemudian ia jilati kepala penis nya, lalu dimasukan ke dalam mulutnya sambil dihisap. Dicky merasakan kenikmatan yang luar biasa disepong oleh Aura. Blowjob memang bukan hal yang asing bagi Aura, itu ada salah satu keahlian yang sering dipraktekkan dengan pacarnya. "Slurp.. Cup.. Emh..", terdengar suara Aura yang sedang mengulum penis Dicky. Tangan Dicky pun tidak tinggal diam, tangannya meremas buah dada dan puting Aura yang sudah mengeras sementara tangan lainnya membelai rambut Aura yang halus yang tergerai mengikuti gerak kepalanya maju mundur. Dicky merasa sudah hampir pada puncaknya, ia pun mulai ikut menggerakan pantatnya maju mundur, Aura yang kesulitan berusaha melepaskan diri tapi tangan Dicky menahan kepalanya. Sesaat kemudian Aura merasakan tubuh Dicky mengejang dan penis Dicky berdenyut dan memuntahkan sperma hangat di mulutnya. Karena tangan Dicky masih menahan kepalanya, Aura tidak punya pilihan selain menelan sperma Dicky. Setelah puas ejakulasi, Dicky baru melepas tangannya dari kepala Aura. Aura pun memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil nafas, Dicky kemudian berdiri dan melepas sisa pakaiannya kemudian dia menarik Aura berdiri dan ke ranjang. Aura kemudian berbaring telentang di ranjang, Dicky berbaring disampingnya menghadap Aura, ia kemudian mulai menciumi wajah Aura yang mulus mulai dari telinga, pipi menuju bibir sensual Aura. Aura berusaha menutup bibir nya meskipun bibir dan lidah Dicky terus menempel, namun pertahanannya goyah karena tangan Dicky tidak tinggal diam, tangan kirinya bergerak menjelajahi bukit di dada Aura, ia mengelus lembut dan memainkan jarinya sehinggaa membuat Aura mendesah. Kesempatan itu langsung dimanfaatkan Dicky untuk menyusupkan lidahnya masuk menyapu lidah Aura. Tangan Dicky kembali turun menjelajahi perut Aura yang rata, terus ke arah gundukan berbulu halus, Aura memang rajin merapikan bulu kemaluannya. Jari Dicky kemudian menemukan vagina Aura, ia mainkan jarinya di bibir vagina Aura yang mulai sedikit basah. Aura yang mulai naik birahinya melayani permainan lidah Dicky, tangan nya yang semula pasif mulai melingkari leher dan kepala Dicky. Dicky kemudian memasukan 1 jari nya ke dalam vagina Aura. "Ehm.. Cup.. Akh.. Slurp..", terdengar suara kecupan dan perang lidah dan air liur mereka yang bercumbu. Bibir Dicky kemudian mulai bergerak turun ke leher jenjang Aura, ditinggalkan jejak cupang di leher Aura yang putih. "Akh.. Ehmn..", desah Aura diperlakukan Dicky, ia mulai menikmati cara Dicky menjelajahi tubuh sintalnya. Lebih baik dinikmati saja pikirnya karena dirinya tidak punya pilihan lain. Setelah puas meninggalkan jejak di leher Aura yang kini banyak bekas cupangan, bibir Dicky kembali turun menyusur dada Aura. Dimainkan lidah nya di dada Aura namun tidak pernah meyentuh putingnya. Jarinya juga terus bermain di bibir vagina Aura sambil kadang menyentuh klitorinya. Desahan Aura semakin keras diperlakukan seperti ini, " Akh.. Enak.. Terus.. Ehm..", Aura semakin larut dalam birahi. Tubuhnya mengelinjang menikmati perlakuan Dicky. Tiba tiba Dicky mulai menghisap puting Aura, dua jarinya juga menyusup masuk ke vagina Aura yang basah. Sambil jempolnya bermain di klitoris Aura, Dicky memaju mundurkan jarinya dengan cepat. Diperlakukan seperti itu Aura merasakan birahi meningkat cepat dan kemudian, " Akhh.. !!!" teriak Aura. Dinding vagina nya berkontraksi, tubuh dan kakiknya mengejang, kemudian Dicky merasakan jarinya disiram cairan hangat. Dicky tetap terus menghisap, mengulum dan memainkan lidahnya pada puting Aura, kemudian dia tempelkan jarinya yang basah pada bibir Aura. Aura pun menghisap dan menjlati jari Dicky sampai bersih karena terbawa birahi. Dicky kemudian memandangi wajah Aura yang baru saja orgasme, tatapan mata nya sayu menggoda. Dicky kemudian mengecup lembut bibir Aura, turun ke leher jenjangnya, bukit payudara nya yang menjulang, turun ke perut Aura yang rata dan tidak berhenti sampai menemukan "bibir" Aura. Ia hisap dan nikmati sisa cairan orgasme Aura. Vagina Aura masih sensitif karena baru saja orgasme,sehingga tubuhnya kembali mengelinjang menikmati aksi Dicky di selangkangannya. Aura merasakan lidah Dicky yang tebal bergerak menyusuri liang vaginannya, Dicky kemudian kembali menusukkan satu jari ke dalam vagina aura. Dicky dengan pintar memainkan tempo kocokan lidah dan tangannya pada vagina Aura, setiap Aura hampir merengkuh orgasme keduanya, dia kendurkan tempo lidah dan jarinya sehingga birahi Aura kembali turun. Dicky sengaja melakukannya agar Aura semakin larut dalam birahinya. Aura yang merasa tersiksa karena tidak dibiarkan orgasme oleh Dicky terkejut karena tiba tiba Dicky menghentikan permainan jari dan lidahnya. Ia kemudian berbaring telentang di samping Aura. Sambil menunjuk penisnya yang mengacung tegak, Dicky berkata, " Nanggung ya ? Usaha dunk kalo mau enak.. Hehehe". Dicky tersenyum dalam hati melihat wajah Aura yang tersipu namun melihat penisnya dengan bernafsu, ia melihat jari Aura mengelus vaginanya yang sudah basah. Karena sudah birahi akibat perlakuan Dicky, Aura kemudian berjongkok di atas Dicky, satu tangan mengarahkan penis Dicky ke vaginanya sendiri. Aura merasakan kepala penis Dicky mulai menusuk lubang vaginanya yang masih sempit, kemudian diturunkan semua berat badannya sehingga penis Dicky masuk sampai pangkalnya ke dalam vagina dirinya. "Ugh..", erang Dicky dan Aura bersamaan, Dicky merasa penisnya terbungkus dinding lembut yang hangat sementara Aura menikmati sensasi penuh pada vaginanya. Aura terdiam sejenak membiasakan vaginanya dengan penis Dicky, namun Ia kemudian menyadari Dicky tidak menggerakan penisnya. Ia menatap wajah Dicky yang tersenyum sambil berkata, " Mau enak ? Goyang dong ! Hehehe". Diejek demikian Aura merasa kesal, namun rasa malu dan kesalnya kalah oleh nafsu birahi yang menguasai tubuhnya, dia mulai menggoyangkan pinggulnya naik turun. "Ehmm..", desah Aura sambil mengigit bibir bawahnya, sensual sekali wajah Aura saat itu.

0 Response to "Cerita Dewasa Bercinta Dengan Aura Kasih Hot"

Post a Comment